Jadwal

Etalase Pemikiran Perempuan

22–24 Juli 2022

Panggung Pembuka:
Refleksi UU TPKS

 

RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) menempuh perjalanan panjang sejak diusulkan secara formal pada 2012. Para pejuang HAM dan gerakan perempuan telah melakukan beragam cara dalam mengadvokasi pengesahan ruu ini, salah satunya melalui seni budaya. Melalui panel ini, kita tidak hanya akan merayakan tetapi juga merefleksikan kerja-kerja yang telah dilakukan, terutama bagaimana merawat semangat, kekuatan, kesolidan, dan tindak lanjut pasca disahkannya UU TPKS pada 13 April 2022 lalu.

Jumat, 22 Juli 2022 pk. 17.00-18.00 WIB via Zoom dan YouTube

Andy Yentriyani

Asfinawati

Insany Syahbarwaty

Linda Tagie

Pemandu: Citra Maudy (Alumni SPP 2022)

Riwayatmu, Puan

 

Riwayatmu, Puan adalah forum untuk merayakan pencapaian, berbagi pemikiran dan bersama menolak penyingkiran perempuan dari pencatatan sejarah. Jejak kerja dan karya para perempuan seringkali terhapus dari sejarah atau terpiuh oleh perspektif patriarkis. Acara ini adalah upaya untuk merawat jejak dan warisan pengetahuan yang ditinggalkan para perempuan di bidang seni budaya.

Jumat, 22 juli 2022 pk. 19.00–20.00 wib

via Zoom dan YouTube

Yulia Dwi Andriyanti meriwayatkan Syarifah Sabaroedin (Feminis radikal Indonesia; Pencetus kata "pelecehan seksual" dalam wacana feminisme di Indonesia)

Anggun Pradesha dan Kanzha Vinaa meriwayatkan Vivian Rubianty (Perias profesional, pedagang busana, transpuan pertama yang berhasil memperjuangkan status legal identitasnya)

Aura Asmaradana meriwayatkan Saadah Alim (Penulis, penyair, wartawan)

Pemandu:

Lisabona Rahman

Keni Soeriaatmadja (Alumni SPP 2022)

Bongkar Kata

 
 

Forum ini berupaya mengurai beberapa konsep pemikiran dari perspektif feminis lewat diskusi publik berbasis kata/ istilah populer. Membongkar istilah atau kata yang kerap didengar di publik akan membantu kita bersama-sama melihat, menyikapi, dan melampaui situasi-situasi masyarakat kontemporer dengan cara yang kritis.

Dalam edisi Bongkar Kata tahun ini, kita akan menyimak rangkaian ceramah pendek seputar sejumlah kata yang saling terhubungkan dalam konsep keluarga. Kata-kata yang dibongkar kali ini adalah ‘keluarga’, ‘ibu’, ‘janda’, dan ‘hijrah’.

Pembicara:

Rully Mallay membongkar kata “Ibu”

Magdalena Sitorus membongkar kata “Janda”

Amar Alfikar membongkar kata “Hijrah”

Pemandu: Cecil Mariani

Luna Kharisma (Alumni SPP 2022)

Ilda Karwayu (Alumni SPP 2022)

Sabtu, 23 juli 2022 pk. 13.00–15.00 WIB via Zoom dan YouTube

 

Panggung

Kerja Berjalan Penelusuran Para Puan

Penelusuran figur perempuan dalam sejarah seni dan film di Indonesia pasca Reformasi di Indonesia memiliki tantangannya sendiri. Peneliti berhadapan dengan minimnya materi arsip dan harus menempuh jalan putar, memperkaya spekulasi yang imajinatif untuk bisa merangkai sosok perempuan dan agensinya dalam skena seni dan film di Indonesia.

Panel ini akan membahas metode kerja penelitian sejarah perempuan dalam seni rupa dan film. Di dalam panel ini, para peneliti akan berbagi temuan dan kegelisahan dalam menjalankan kerjanya.

Pembicara:

Hyphen —

Kelas Liarsip

Pemandu:

Heidi Arbuckle-Gultom

Sabtu, 23 juli 2022 pk. 19.00-20.00 WIB via Zoom dan YouTube

 

Pengantar Tidur

Pengantar Tidur merupakan serangkai pembacaan karya-karya fiksi terkini yang ingin mengajak kita merenungkan kenyataan yang menggelisahkan, proses yang digeluti, maupun cara bertutur para perempuan dalam berkisah, yang subversif atas tradisi produksi pengetahuan arus utama. Pengantar Tidur dikemas untuk menemani hadirin daring bersantai menjelang waktu tidur sambil menyimak fiksi-fiksi pendek yang dibawakan sendiri oleh penulisnya, diikuti tanya-jawab mengenai latar belakang karya mereka dan hal-hal yang dapat direfleksikan bersama dari karya-karya tersebut.

Dalam edisi Pengantar Tidur tahun ini, kita akan menyimak rangkaian pembacaan karya fiksi yang menunjukkan keragaman Indonesia dari perspektif feminis dengan pendekatan interseksional.


Sabtu, 23 Juli 2022 pk. 21.00-22.00 WIB via Zoom dan YouTube

Penampil:

Riyana Rizki membawakan cerpen “Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan”

Mariati Atkah membawakan puisi “Hikayat Pulau Kelapa”

Himas Nur membawakan cerpen “Pesta Pernikahan”


Pemandu:

Naomi Srikandi

Margareth Ratih Fernandez

Rantau:

Refugees and Knowledge Production

 

[ID] Panel ini menelusuri produksi pengetahuan melalui pengalaman migrasi paksa. Kita akan membahas bagaimana para pengungsi perempuan menangkap pengalaman mereka, menemukan kembali rumah dan kehidupan, mereka ulang identitas, dan melakukan kerja kesenian—dari menulis hingga pembuatan film—sebagai upaya bertahan hidup, melawan, serta membangun komunitas. Menelaah wacana pengungsi dari perspektif feminis, khususnya melalui lensa “epistemologi pengungsi feminis” (Espiritu and Duong), panel ini menempatkan penulis dan seniman perempuan pengungsi sebagai pencipta pengetahuan. Kisah apa yang mereka ceritakan, dan untuk siapa? Bagaimana mereka menanggapi pengetahuan dominan tentang pengungsi, termasuk narasi yang berpusat pada pengungsi sebagai korban atau ancaman? Apa artinya menyimak pengetahuan yang dihasilkan oleh pengungsi melalui kerangka pikir feminis?

[EN] This panel explores how knowledge is produced through the experience of forced migration. We will focus on how women refugees capture their experience of displacement, reinvent homes and lives, recontextualize their identities, and utilize art--from writing to filmmaking-- as a tool for surviving, resisting, and community making. Looking at the refugee discourse from a feminist perspective, particularly through the lens of “feminist refugee epistemology” (Espiritu and Duong), this panel will discuss refugee women writers and artists as producers of knowledge. What stories do women tell, and for whom? How do they respond to the dominant knowledge about refugees, including narratives that are centered on refugees as victims or threats? What does it mean to listen to the knowledge produced by refugees in a feminist way?

Minggu, 24 Juli 2022 pk. 11.00-12.20 via Zoom dan YouTube

Speakers:

Lan Duong

Warsan Weedhsan

Elahe Zivardar

Moderators:

Intan Paramaditha

Fathimah Fildzah Izzati (Alumni SPP 2022)

This panel is in English with Indonesian translation.

 

Sekolah Pemikiran Perempuan percaya bahwa membayangkan masa depan yang lebih adil adalah menggugat dan mereka ulang imajinasi tentang keluarga. Kami menawarkan gambaran masa depan yang bertumpu pada semangat kolektif, solidaritas, dan kasih sebagai kekuatan meretas pagar-pagar kapitalis, patriarkis, dan heteronormatif.

Manifesto ini ditulis bersama pada Februari 2022 oleh Fathimah Fildzah Izzati, Intan Paramaditha, Lisabona Rahman, Ni Putu Dewi Kharisma Michellia, Raisa Kamila sebagai bagian dari kerja kolektif Sekolah Pemikiran Perempuan, dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Rara Rizal dan Syarafina Vidyadhana.

Versi bahasa Inggris manifesto ini pertama kali dibacakan dalam “A Scenario for Togetherness”, sebuah pertunjukan dan sinema hidup berdurasi 40 jam, inisiatif dari Ayreen Anastas, Adania Shibli, dan Rene Gabri di FFT (Forum Freies Theater) Düsseldorf pada 7 Mei 2022 lalu. Etalase 2022 menjadi forum pertama pembacaan manifesto tersebut dalam bahasa Indonesia.

Teks lengkap Manifesto Sekolah Pemikiran Perempuan: Tentang Keluarga dapat diakses di laman web.

Minggu, 24 juli 2022 pk. 16.00–17.00 wib via Zoom dan YouTube

Manifesto Sekolah Pemikiran Perempuan: Tentang Keluarga

 

Konser Ceramah:

Suara Lima Fofine

 

Dalam Konser Ceramah: Suara Lima Fofine, lima puan berkolaborasi menyusun narasi, lirik lagu, musik, serta visual ketubuhan/koreografi untuk merespons secara kritis cerita rakyat Wakatobi “Wa Khaka Kene Palahidu”.

Cerita ini berkisah tentang seorang perempuan yang menjadi alat tukar antara suaminya–seorang nahkoda–dan penyelamat kapal karam sang suami. Sepanjang cerita, dibandingkan para tokoh lelaki, perempuan ini dibuat tak bernama, juga tak bersuara. Narator menghadirkannya sebagai objek. Kita dapat membayangkannya sebagai seorang budak, yang dibeli oleh sang nahkoda, lantas dengan mudah dilepasnya kembali. Melalui karya ini, para puan kolaborator memberinya nama “Fofine”, kata dari bahasa Wakatobi yang berarti “Perempuan”.

Minggu, 24 Juli 2022 pk. 19.30-21.30 WIB via Zoom dan YouTube

Penampil:

Dewi Kharisma Michellia

Eka Putri Puisi

Gema Swaratyagita

Kartika Solapung Pemandu: Septina Layan

Pemandu: Septina Rosalina Layan

[Para penampil dan pemandu adalah para Alumni SPP 2022]