Jadwal

Etalase Pemikiran Perempuan

28–30 Juli 2023

Panggung Pembuka:
Kerja-kerja yang Tak Dianggap Kerja

 

Diskusi tentang wacana penting dalam praktik seni budaya. Membahas gagasan, persoalan akses, metode kerja, kolaborasi, maupun isu sosial-politik lebih luas yang patut menjadi bagian dari pemikiran feminis. Panggung kali ini akan mengupas mengenai pentingnya pengakuan terhadap kerja rumah tangga sebagai bagian dari "kerja", ditilik dari aspek budaya dan berbagai pengalaman perempuan di Indonesia.

Jumat, 28 Juli 2023 pk. 17.00-18.00 WIB via Zoom dan YouTube

Pembicara:

Martha Hebi (Alumni SPP 2022)

Rahmadiyah Tria Gayathri

Moderator:

Fathimah Fildzah Izzati (Alumni SPP 2022)

 

Riwayatmu, Puan

 

Riwayatmu, Puan adalah forum untuk merayakan pencapaian, berbagi pemikiran dan bersama menolak penyingkiran perempuan dari pencatatan sejarah. Jejak kerja dan karya para perempuan seringkali terhapus dari sejarah atau terpiuh oleh perspektif patriarkis. Narasi tentang riwayat hidup perempuan dalam sejarah seni budaya sebagai upaya interogasi terhadap historiografi yang meminggirkan para puan. Pada edisi kali ini, para panelis diundang untuk mengetengahkan para penulis, pesuara, dan aktivis kelahiran abad ke-20 yang bekerja di kota-kota besar dan kecil pulau Jawa dan Sulawesi.

Jumat, 28 Juli 2023 pk. 19.00–20.15 wib

via Zoom dan YouTube

Periwayat:

Tyassanti Kusumo (pengelola media arkeologi Lampau.in) meriwayatkan Alm. Sumijati Atmosudiro (Guru besar arkeologi Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta) pelopor studi arkeologi gerabah dan arkeologi gender di Indonesia)

Ama Gaspar (penulis, alumni SPP 2023) meriwayatkan Alm. Lily Yulianti Farid (penulis, pendiri Makassar International Writer’s Festival)

YS Al Buchory (aktivis transpuan Yogyakarta) meriwayatkan Alm. Shinta Ratri (aktivis kemanusiaan, pendiri Pondok Pesantren Waria Al-Fatah di Yogyakarta)

Sunita Dyah Dewi Maharani (guru sekolah untuk murid dengan disabilitas di Banyuwangi, murid Supinah) meriwayatkan Alm. Supinah (empu seni gandrung (pesuara dan penari) dari Banyuwangi)

Pemandu:

Lisabona Rahman

Astrid Reza (Alumni SPP 2023)

Bongkar Kata

 
 

Panel Bongkar Kata berupaya mengurai beberapa konsep pemikiran dari perspektif feminis melalui diskusi publik berbasis kata/istilah populer. Membongkar istilah atau kata yang kerap didengar publik, dapat membantu kita untuk bersama-sama melihat, menyikapi, dan melampaui situasi-situasi masyarakat dengan cara yang kritis.

Bagaimana kita membayangkan masa depan yang lebih feminis? Masa depan kerap dibayangkan dengan kerangka normatif dan neoliberal, misalnya lewat gagasan tentang anak atau rumah sebagai investasi masa depan. Kerja-kerja memastikan masa depan yang perlu terwujud ini juga kerap diasosiasikan dengan perempuan, dari membesarkan anak hingga melakukan kerja perawatan. Di sisi lain, isu perubahan iklim sebagai ‘masa depan yang perlu diselamatkan’ sering kali menihilkan pengetahuan perempuan, buruh, maupun kelompok disabilitas yang sebetulnya sudah lama berjuang mengatasi krisis lingkungan.

Dalam edisi Bongkar Kata tahun ini, kita akan membongkar kata “Alam”, “Anak”, “Rumah”, dan “Rawat” sembari menggugat esensialisme gender demi membayangkan masa depan yang lebih feminis.

Pembicara:

Pepe Roswaldy membongkar kata “Alam”

Vina Andriany membongkar kata “Anak”

Ligia Giay membongkar kata “Rumah”

Yuli Riswati membongkar kata “Rawat”

Pemandu:

Himas Nur (Alumni SPP 2023)

Dewi Rosfalianti Azizah (Alumni SPP 2023)

Sabtu, 29 juli 2023 pk. 13.00–15.00 WIB via Zoom dan YouTube

 

Panggung

Kerja Berjalan Himpunan

Panel ini menggali ragam siasat puan berhimpun dengan cara belajar dari refleksi para puan yang merancang bentuk-bentuk ruang, kegiatan dan jaringan. Tentu saja satu panel singkat tidak dapat merangkum kekayaan gagasan yang sudah dipraktikkan oleh para puan Nusantara sepanjang sejarah. Panel ini lebih mengarah kepada tampilan potret beberapa inisiatif yang sedang berjalan, ada yang sudah berjalan lama dan ada yang baru dimulai.

Pembicara:

Diah Irawaty (New York) - conference chair Annual Kartini Conference dan pendiri forum LETSS TALK.

Anggun Pradesha (Jakarta) - seniman dan sutradara film pendek sekaligus Pengurus Yayasan INTAN di Jakarta yang bergerak di Isu Inklusivitas Trans Perempuan.

Yulia Dwi Andriyanti atau Edith (they/them) adalah queer, penulis, peneliti, penggerak komunitas dan konselor. Selama lima belas tahun terakhir menjadi kawan pendiri dan mengelola beberapa organisasi, salah satunya Qbukatabu, organisasi feminis-queer, berdiri pada 2017.

Pitra Hutomo (Yogyakarta) - salah satu pengelola Perempuan Lintas Batas (Peretas) (translokal), organisasi yang membuat berbagai kegiatan untuk perluasan pengertian praktik seni budaya.

Pemandu:

Lisabona Rahman

Sabtu, 29 juli 2023 pk. 19.00-20.00 WIB via Zoom dan YouTube

 

Pengantar Tidur

Pengantar Tidur merupakan rangkaian pembacaan dan perbincangan atas karya-karya fiksi yang ingin mengajak kita merenungkan kenyataan yang menggelisahkan, proses yang digeluti, maupun cara bertutur para perempuan dalam berkisah, yang subversif atas tradisi produksi pengetahuan arus utama. Seperti tersirat dalam judulnya, Pengantar Tidur dikemas untuk menemani hadirin daring bersantai menjelang waktu tidur sambil menyimak fiksi-fiksi pendek yang dibawakan sendiri oleh penulisnya atau ditafsir dan diciptakan kembali oleh pembaca dari beragam latar belakang ke dalam bentuk musikalisasi, rupa, atau ekspresi budaya lainnya. Setelahnya, akan diikuti tanya-jawab mengenai latar belakang karya yang dibawakan dan hal-hal yang dapat direfleksikan bersama dari karya-karya tersebut.

Dalam edisi Pengantar Tidur tahun ini, kita akan menyaksikan sejumlah puisi S. Rukiyah dan Sugiarti Siswadi yang ditafsir dan diciptakan kembali oleh Mirat Kolektif ke dalam bentuk musikalisasi puisi, dan oleh Aulia Nabilla dan Rifka Dyah Safitri ke dalam bentuk ekspresi budaya Tuli. Bagaimana proses kerja penafsiran berlangsung? Cara baca apa yang digunakan untuk menempuh jarak lintas generasi dalam upaya pembacaan dan penafsiran kembali ini?


Sabtu, 29 Juli 2023 pk. 21.00-22.00 WIB via Zoom dan YouTube

Penampil:

Aulia Nabilla Fikra Ayu L (Bahasa Isyarat)

Rifka Dyah Safitri (Bahasa Isyarat)

Mirat Kolektif (Musikalisasi Puisi)

(Para penampil adalah Alumni SPP 2022 dan 2023)


Pemandu:

Naomi Srikandi

Rantau:

Women in Translation

 

[ID] Panel solidaritas transnasional yang diadakan dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan secara simultan ke bahasa Indonesia. Edisi kali ini membahas "Perempuan dalam Terjemahan" yang mendalami perihal cara penerjemahan sastra menciptakan ruang amplifikasi kerja feminis.

[EN] Transnational solidarity panel held in English and translated into Indonesian. The panel in this edition discusses "Women in Translation", which will explore how literary translation can become a space for amplifying feminist works.

Minggu, 30 Juli 2023 pk. 14.00-15.30 via Zoom dan YouTube

Speakers | Pembicara:

Bora Chung (Korea)

Zulfah Nur Alimah (Indonesia)

Meena Kandasamy (India)

Moderators:

Intan Paramaditha

Asri Pratiwi Wulandari (Alumni SPP 2023)

This panel is in English with Indonesian translation.

 

Meminjam sekaligus berbelok dari “Dunia dalam Berita” yang pernah ditayangkan di televisi nasional, acara ini menawarkan siaran berita alternatif dari wilayah Nusantara dan dunia mengenai pengorganisiran puan dan hal-hal lainnya yang penting untuk didengar bersama. Berita disusun oleh tim redaksi yang terdiri dari alumni SPP yang berangkat dari perspektif feminis dekolonial, lintas wilayah-disiplin-generasi.

Tim redaksi Berita Dunia Dalam Berita adalah:
1. Eka Putri Puisi -Wakatobi (Alumni SPP 2023)
2. Martha Hebi - Sumba (Alumni SPP 2022)
3. Zahrotun Nafisah - Tangerang Selatan (Alumni SPP 2023)

Minggu, 30 juli 2023 pk. 17.00–18.00 wib via Zoom dan YouTube

Dunia Dalam Berita

 

Konser Ceramah:

Meraya Suara Telimaa dan Nyanyian Sikka

 

Perlawanan Bunyi, atau sonic resistance, menjadi gagasan utama dalam konser ceramah Etalase 2023. Suara, bunyi, dan musik, diletakkan sebagai medium yang hadir sebagai tandingan atas konsep-konsep umum yang ada di sosial terkini, yang cenderung homogen, patriarkis, dan melupakan perempuan. Karena itu, dengan menilik fragmen kehidupan dan bunyi perempuan, maka kita dapat melangkah untuk mengenali keberagaman musikal di Nusantara.

Konser Ceramah pada Etalase 2023 kali ini terdiri dari sesi dengar dan baca-dengar arsip, serta diskusi dan tukar kisah bunyi perempuan antara Ibu Martha, penutur (penelimaa) sastra lisan Dayak Kayan (telimaa) dan seorang musisi pop lokal perempuan Maumere. Arsip bunyi dalam bentuk audio-visual akan ditayangkan, diperdengarkan, diceritakan, dan didiskusikan: Seperti apa cerita dalam nyanyian sastra lisan Dayak Kayan dan syair-syair musik pesta? Bagaimana musik dan bebunyian itu lahir dari keseharian kedua tokoh musik? Selain itu, Konser Ceramah juga akan mendiskusikan tentang posisi dan peran perempuan di dalam konteks musik, sosial dan masyarakat masing-masing. Seperti hierarki, mitos, dan anggapan umum yang meminggirkan perempuan. Di dalam upaya perlawanan atas situasi tersebut, bagaimana perempuan mengarsip kebudayaan lisan dan tutur-tutur lama, serta pengalaman keseharian yang bersifat lokal melalui musik? Diskusi lebih lanjut akan mengarah pada cerita-cerita tentang perlawanan bunyi, perjuangan yang dilakukan, dan suara macam apa yang tengah direbut oleh Ine Martha dan Neng Tanty.

Minggu, 30 Juli 2023 pk. 19.30-21.00 WIB via Zoom dan YouTube

Penampil:

Ine Martha (tokoh spiritual Komunitas Dayak Kayan Mendalam Kapuas Hulu, Kalimantan Barat)

Neng Tanty (guru SD negeri di Kabupaten Sikka dan penyanyi)

Carlin Karmadina (Alumni SPP 2023)

Restiana Purwaningrum (Alumni SPP 2023)

Pemandu: Septina Rosalina Layan (Alumni SPP 2022)