Pengumuman Peserta Terpilih Kelas 2025 Sekolah Pemikiran Perempuan 

Salam harapan,

Selamat untuk para peserta yang terpilih mendapatkan beasiswa mengikuti kelas Sekolah Pemikiran Perempuan 2025.

Tahun ini kami menerima 482 berkas lamaran dari berbagai wilayah di Nusantara dan diaspora Indonesia di berbagai negara. Jumlah ini dua kali lipat lebih besar dari aplikasi yang kami terima terakhir kali pada tahun 2023. Komite seleksi terdiri dari 9 orang, termasuk di dalamnya pendiri, pengelola, dan komite kerja Sekolah Pemikiran Perempuan, yang bekerja secara intensif sejak 25 Januari hingga 6 Februari 2025. 

Bagi komite seleksi, meningkatnya jumlah pelamar merupakan tantangan sekaligus kegembiraan tersendiri. Melihat banyaknya rekan yang melakukan kerja menarik dan berkontribusi untuk lingkungan sekitarnya membuat kami senang sekaligus bertanya-tanya: dengan ragam pengetahuan yang ditawarkan oleh begitu banyak puan, mengapa hingga kini kita masih saksikan acara diskusi yang didominasi oleh nama-nama yang itu-itu saja dan sebagian besar laki-laki? Ketimpangan dan peminggiran dalam pertukaran pengetahuan di ruang publik sangat terasa, dan inilah yang ingin kita retas bersama-sama di Sekolah Pemikiran Perempuan.

Pemilihan 24 peserta menimbang banyak faktor, termasuk gagasan yang disampaikan serta keragaman latar belakang budaya, wilayah geografis, profesi, disabilitas, dan gender. Kami ingin memastikan keragaman tersebut turut berkontribusi pada dinamika kegiatan belajar. 

Kami memiliki beberapa catatan dari aplikasi yang masuk tahun ini. Jumlah pelamar dari luar pulau Jawa ternyata masih jauh lebih sedikit dari yang kami harapkan. Demikian pula halnya dengan teman-teman transpuan, non biner, dan disabilitas. Kami telah secara khusus mengundang komunitas dan jejaring terkait untuk mengirimkan aplikasi, namun mungkin ada strategi yang perlu diperbaiki dan lebih beragam di masa yang akan datang agar proses belajar di SPP lebih inklusif. 

Kami mengucapkan terima kasih untuk rekan-rekan yang telah mengirimkan lamaran untuk mengikuti kelas Sekolah Pemikiran Perempuan 2025. Mohon maaf bila Anda belum berkesempatan bergabung karena keterbatasan ruang. Kami berharap kita dapat terus berjejaring dengan satu atau lain cara. Anda juga dapat mencoba lagi di tahun berikutnya. Setiap tahun kami memberikan pertimbangan khusus untuk kandidat yang telah melamar di tahun-tahun sebelumnya dan menunjukkan perkembangan/ arah baru yang menggairahkan.

Materi belajar SPP yang tersedia untuk publik bisa diakses di situs web dan kanal kami secara gratis, di antaranya:

Sekali lagi, kami ucapkan selamat bagi peserta terpilih. Sampai jumpa di kelas SPP 2025!

8 Februari 2025

Komite Seleksi SPP 2025: 

  • Asri Pratiwi Wulandari  

  • Astrid Reza  

  • Fathimah Fildzah Izzati  

  • Himas Nur 

  • Intan Paramaditha 

  • Lisabona Rahman  

  • Margareth Ratih Fernandez 

  • Tyassanti Kusumo 

  • Yuli Riswati

Peserta Sekolah Pemikiran Perempuan Kelas 2025:

  1. Afi Hidayatun Nafiqoh | Kairo, Mesir | Mahasiswa Tafsir dan Pegiat Fatayat Study Club Kairo

  2. Amanatia Junda | Sleman | Editor dan Penulis Lepas

  3. Anis Fazirotul Muhtar | Banten | PIC Riset & Advokasi Lingkar Studi Feminis 

  4. Ayu Permata Sari | Lampung | Koreografer dan Penari

  5. Ayu Riazul Jannah | Banda Aceh | Relawan di Sophies Sunset Library

  6. Desty Nursyiam | Sumedang | Pemusik dan Sastrawan Sunda

  7. Dita K | Bogor | Konsultan - Praktisi Komunikasi

  8. Fatwa Amalia Rahmawati | Gresik | Seniman dan Guru

  9. Gladhys Elliona Syahutari | Yogyakarta | Penulis dan Penerjemah Sastra Brazil

  10. Jessy Ismoyo | Salatiga | Dosen dan Peneliti

  11. Maratushsholihah | Pontianak | Campaigner LBH Kalbar dan Ilustrator

  12. Michelin Sallata | Halmahera Utara | Penulis, Peneliti Isu Iklim dan Pemuda Adat

  13. Putu Dinda Ayudia | Singaraja | Pekerja LSM

  14. Rasyidah (Rox) | Berau | Kolektivis Seni dan Budaya, Pengajar Al Qur’an

  15. Sakdiyah Ma'ruf | Batang | Komika dan Pengasuh Our Voice Comedy/Rumah Bambu Fatimah 

  16. Salsabila Andriana | Jakarta Selatan | Aktivis Budaya dan Seniman Pangan, Inisiator Kolektif Lumbung Sagu

  17. Samuel Bonardo | Malang | Pembuat Film dan Pegiat Seni Budaya

  18. Sekar Banjaran Aji | Depok | Advokat Lingkungan, Koordinator Public Interest Lawyer Network (PIL-net) Indonesia.

  19. Sherly Leneng | Kupang/Maumere | Pendeta dan Konselor

  20. Sylvie Tanaga | Bandung | Penulis dan Penyunting Lepas

  21. Titah AW | Sleman | Jurnalis/Penulis Lepas

  22. Yokbeth Felle | Jayapura | Pedagang  dan Penulis

  23. Yustina Dama Dia | Sumba Tengah | Direktur SOPAN Sumba

  24. Zulyani Evi | Bogor | Pekerja Lepas dan Pengurus SINDIKASI