Perlawanan Bunyi, atau sonic resistance, menjadi gagasan utama dalam konser ceramah Etalase 2023. Suara, bunyi, dan musik, diletakkan sebagai medium yang hadir sebagai tandingan atas konsep-konsep umum yang ada di sosial terkini, yang cenderung homogen, patriarkis, dan melupakan perempuan. Karena itu, dengan menilik fragmen kehidupan dan bunyi perempuan, maka kita dapat melangkah untuk mengenali keberagaman musikal di Nusantara.
Konser Ceramah pada Etalase 2023 kali ini terdiri dari sesi dengar dan baca-dengar arsip, serta diskusi dan tukar kisah bunyi perempuan antara Ibu Martha, penutur (penelimaa) sastra lisan Dayak Kayan (telimaa) dan seorang musisi pop lokal perempuan Maumere. Arsip bunyi dalam bentuk audio-visual akan ditayangkan, diperdengarkan, diceritakan, dan didiskusikan: Seperti apa cerita dalam nyanyian sastra lisan Dayak Kayan dan syair-syair musik pesta? Bagaimana musik dan bebunyian itu lahir dari keseharian kedua tokoh musik? Selain itu, Konser Ceramah juga akan mendiskusikan tentang posisi dan peran perempuan di dalam konteks musik, sosial dan masyarakat masing-masing. Seperti hierarki, mitos, dan anggapan umum yang meminggirkan perempuan. Di dalam upaya perlawanan atas situasi tersebut, bagaimana perempuan mengarsip kebudayaan lisan dan tutur-tutur lama, serta pengalaman keseharian yang bersifat lokal melalui musik? Diskusi lebih lanjut akan mengarah pada cerita-cerita tentang perlawanan bunyi, perjuangan yang dilakukan, dan suara macam apa yang tengah direbut oleh Ine Martha dan Neng Tanty.
——
Peserta:
Ine Martha
Neng Tanthy
Carlin Karmadina
Restiana Purwaningrum
Pemandu: Halida Bunga Fisandra