Narasi tentang riwayat hidup perempuan dalam sejarah seni budaya sebagai upaya interogasi terhadap historiografi yang meminggirkan para puan. Pada edisi kali ini, para panelis diundang untuk mengetengahkan para penulis, pesuara, dan aktivis kelahiran abad ke-20 yang bekerja di kota-kota besar dan kecil pulau Jawa dan Sulawesi.
——
Periwayat:
Tyassanti Kusumo (pengelola media arkeologi Lampau.in) meriwayatkan Alm. Sumijati Atmosudiro (Guru besar arkeologi Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta), pelopor studi arkeologi gerabah dan arkeologi gender di Indonesia).
Ama Gaspar (penulis, alumni SPP 2023) meriwayatkan Alm. Lily Yulianti Farid (penulis, pendiri Makassar International Writer’s Festival).
Yuni Shara Al Buchory (aktivis transpuan Yogyakarta) meriwayatkan Alm. Shinta Ratri (aktivis kemanusiaan, pendiri Pondok Pesantren Waria Al-Fatah di Yogyakarta).
Sunita Dyah Dewi Maharani (guru sekolah untuk murid dengan disabilitas di Banyuwangi, murid Supinah) meriwayatkan Alm. Supinah (empu seni gandrung (pesuara dan penari) dari Banyuwangi).
Pemandu:
Lisabona Rahman & Astrid Reza